Media Informasi Seputar Kesehatan

Jumat, 01 Desember 2017

Diet Berdasarkan Golongan Darah O, A, B, AB Kini Semakin Populer

Diet Berdasarkan Golongan Darah O, A, B, AB Kini Semakin Populer. Berbagai jenis diet untuk menurunkan berat badan kini banyak beredar. Salah satunya adalah diet golongan darah. Sebagaimana namanya, diet tersebut didasarkan pada golongan darah.

Salah satu penggagas diet golongan darah yaitu Peter D'Adamo, seorang dokter naturopati. Dia meyakini bahwa golongan darah memengaruhi sistem pencernaan.
Teori yang mendasari adalah tiap golongan darah mencerna lektin secara berbeda. Lektin adalah sejenis protein. Jika kandungan lektin dari makanan tidak sesuai dengan golongan darah, maka dapat memicu perut kembung, peradangan, melambatnya metabolisme, dan penyakit lain seperti kanker.

Tata Cara yang Disarankan

Tiga kategori makanan dalam diet golongan darah adalah bermanfaat, netral, dan harus dihindari. Makanan netral akan dianggap sebagai asupan untuk tubuh. Sementara makanan yang bermanfaat dianggap dapat bekerja sebagai obat, dan makanan yang harus dihindari, sebagai racun.

  • Rekomendasi diet untuk golongan darah O dititikberatkan pada diet protein tinggi, seperti daging unggas, dan
  • Untuk golongan darah A, disarankan untuk menjalani pola makan bebas daging atau vegetarian. Konsumsi utama yang disarankan adalah sayur, buah, kacang, dan biji-bijian.
  • Pada diet golongan darah B, konsumsi ayam, jagung, tomat, gandum, dan wijen tidak disarankan. Pilihan terbaik untuk golongan darah B antara lain sayur hijau, telur, daging, dan produk olahan susu rendah lemak.
  • Terakhir, untuk golongan darah AB, konsumsi difokuskan pada boga bahari (makanan laut), tahu, produk olahan susu, dan sayuran hijau. Golongan darah AB disarankan untuk menjauhi minuman keras, kafein, kacang merah, jagung, dan daging-daging olahan.

Kritik terhadap teori ini terutama mengenai kurangnya bukti ilmiah yang mendukung. Selain itu, timbul berbagai kesulitan saat penerapannya, antara lain tidak adanya pengukuran kalori atau lemak, dan beratnya menjalani diet golongan darah untuk jangka panjang dengan jenis makanan yang terbatas.

Arahan Jenis Olahraga

Tidak sekadar membatasi asupan makanan, diet golongan darah ini juga menyarankan mengenai bagaimana seharusnya seseorang berolahraga.

  • Olahraga yang membutuhkan ketahanan, seperti berlari, disebut sebagai pilihan tepat untuk golongan darah O.
  • Sebaliknya, golongan darah A disarankan memilih olahraga yang menenangkan, seperti golf atau yoga.
  • Sementara itu, golongan darah B disarankan untuk berolahraga dengan intensitas sedang, seperti berjalan, mendaki, dan tenis.
  • Golongan darah AB merupakan paduan dari olahraga menenangkan sekaligus pada intensitas menengah.

Kenyataannya, sebagaimana aturan pola makan, aturan olahraga berdasarkan golongan darah ini belum memperoleh dukungan bukti ilmiah dalam dunia kedokteran.

Risiko Diet Golongan Darah

Rekomendasi diet berdasarkan golongan darah sebaiknya lebih diwaspadai jika diterapkan oleh penderita penyakit tertentu, seperti diabetes dan penyakit ginjal. Perlu diingat bahwa cara diet ini tidak mempertimbangkan kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan, namun hanya berdasarkan satu faktor, yaitu golongan darah. Pola makan ini juga tidak mempertimbangkan jika seseorang menderita kondisi kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.

Hingga kini belum ada penelitian yang berhasil membuktikan diet ini dapat membantu meningkatkan kinerja sistem pencernaan atau membuat tubuh lebih berenergi.

Penurunan berat badan dengan diet golongan darah ini kemungkinan terjadi karena pelakunya mengurangi konsumsi makanan kurang sehat seperti makanan siap saji dan yang mengandung banyak gula. Ini berarti keberhasilan menurunkan berat badan bukan berdasarkan golongan darah tapi pilihan makanan.

Diet golongan darah dengan pembatasan jenis makanan yang terlalu ketat berisiko membuat seseorang mengalami kondisi akibat kekurangan nutrisi. Misalnya osteroporosis karena kekurangan kalsium, anemia karena kekurangan zat besi, dan berbagai defisiensi vitamin.

Meski terdengar menarik, diet ini tidak direkomendasikan, sebab belum didukung oleh bukti-bukti ilmiah. Salah satu risiko dari diet ini adalah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sepenuhnya karena larangan mengonsumsi jenis makanan tertentu. Beberapa orang mengaku merasa lebih sehat setelah menjalani pola diet golongan darah ini, namun bukan berarti hal ini mutlak karena kecocokan antara golongan darah dan pola makannya, tetapi lebih karena makanan yang dipilih dan pola hidup yang dijalani lebih sehat.

Jika kini Anda tengah berusaha menurunkan berat badan, sebaiknya pilih rencana diet yang telah didukung bukti ilmiah. Lakukan olahraga sesuai dengan kondisi dan kemampuan tubuh Anda. Jika perlu, konsultasikan dengan ahli gizi dan dokter untuk mendapatkan saran terbaik.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Diet Berdasarkan Golongan Darah O, A, B, AB Kini Semakin Populer

0 komentar:

Posting Komentar